Health

Tren Kecantikan Regeneratif Kian Diminati untuk Mendukung Kesehatan Jangka Panjang

Jakarta (KABARIN) - Tren regenerative beauty atau kecantikan regeneratif mulai berkembang di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit yang berfokus pada kesehatan jangka panjang, bukan sekadar hasil instan.

Praktisi biohacking Nurtura, Dr. Yusri Dinuth, mengatakan pendekatan regenerative beauty menitikberatkan pada penguatan fungsi biologis kulit agar menjadi lebih sehat dan resilien, termasuk melalui pemanfaatan teknologi yang mendukung regenerasi sel.

“Dunia kedokteran estetika saat ini sedang bertransformasi menuju kecantikan regeneratif. Pasien kini memahami bahwa kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing (bercahaya) di permukaan, tetapi, harus memiliki kualitas biologis yang kuat,” ujar Yusri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Konsep kecantikan regeneratif disebut berbeda dengan perawatan anti-aging konvensional yang umumnya hanya menitikberatkan pada perbaikan tampilan luar dalam waktu singkat tanpa menyasar akar persoalan di tingkat sel.

Menurut Yusri, salah satu pendekatan yang mulai diperkenalkan di Indonesia ialah protokol perawatan berbasis optimasi seluler yang mengombinasikan terapi eksosom, teknologi peptida, hingga NAD+ guna membantu proses regenerasi jaringan kulit.

Nurtura sendiri menghadirkan metode bernama “Skin Biohacking Protocol” yang diklaim bekerja pada level biologis kulit melalui perpaduan beberapa tahapan perawatan, mulai dari exosome therapy, peptide skin booster, infus NAD+, hingga terapi hidrasi berbasis enzim dan terapi cahaya.

Sementara itu, salah seorang pendiri Nurtura, dr. Hilwa Saleh Alwaini, menyampaikan bahwa perawatan kulit berbasis sel menjadi bagian dari konsep healthy aging atau penuaan sehat yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kulit secara bertahap dan berkelanjutan.

“Selama ini banyak orang merawat kulit dari luar mengejar hasil yang terlihat, lalu kembali lagi ketika efeknya memudar. Ketika kulit dirawat di level sel, perubahan yang terjadi bukan sekadar sementara,” ujar dia.

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: